Radio Transceiver Controller (RTC128) penerus RTC01C

Kondisi kelangkaan microcontroller memaksa hambuilder_team untuk terus mencari alternatif microcontroller yang akan digunakan. Harga-harga yang terus melambung, biaya pengiriman yang juga bergerak naik serta rendah nya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang memang di buat sedemikian rupa untuk terus melemah sangat membatasi inovasi. Kami masih konsisten dengan idealisme untuk membawa produk dan nama Indonesia ke pentas dunia dengan apa yang bisa kami sumbangkan untuk Amatir Radio dunia, bukan sebalikan.

Saat ini harga LCD sudah naik hingga 3 kali lipat dari sebelum covid dan perang Rusia-Ukraina. Microncontoller rata-rata sudah naik hingga 5 kali lipat. Aluminum lembaran sudah naik 2 kali lipat. Luar biasa tekanan yang sampai pada sebuah negara besar yang belum mampu memproduksi peniti (kalau tidak percaya silahkan beli peniti kemudian baca pada box bungkusnya pasti tertulis made in China).

Berikut ini adalah RTC baru RTC128 karena menggunakan LCD COG (character on glass) dengan resolusi 128×64 pixel. Jika di bandingkan dengan RCT01C tentu masih lebih bagus RCT128. Dimensi minimalis dengan panjang 9.5cm dan lebar 4.5cm, dibuat dengan tujuan menghemat biaya PCB, rotary encoder yang biasanya on board, kali ini mengunakan kabel JST.

RTC128 bottom side
RTC128 top side

Namun demikian RTC ini di tenagai oleh microcontroller dari STM, dimana didalam nya sudah support DSP instrcuction, diharapkan firmware nya nanti akan ada fitur “DSP”, DSP “sesungguhnya”.

Rencana kami di dalam RTC ini akan dilengkapi firmware seperti FIR untuk berbagai fungsi filter, 3.2 KHz, 2.4 KHz , 600Hz, 400Hz. Secara bertahap akan ada adapter untuk pengolahan SDR AM, SSB, FM dll.

Specification
*. LCD COG 128×64
*. Microcontroller STM32F401CCU
*. 6 button
*. Rotary Encoder EC-11 (bisa juga diganti dengan rotary encoder untuk mesin CNC yang optikal)
*. FIR 3.2, FIR 2.4, FIR 600, FIR 400
*. 3 bit band select
*. CW iambic generator

Fitur lain nya akan terus dikembangkan yang nantinya bisa di upgrade sendiri? (kita upayakan)

Status proto type sedang proses pengembangan, semoga bisa segera dipasarkan

73 Hambuilder_team

HAM Accessories and Instruments

Selain transceiver, Hambuilder juga mengembangkan berbagai accessories terkait hobi amatir radio (HAM). Terkadang accessories bisa sangat menentukan kenyamanan dan kesuksesan berkomunikasi. Hambuilder mengarapkan masukan dari teman-teman untuk bisa dijadikan roadmap pengembangan accessories.

Hambuilder Team

AVR, STM32, Sensor, RS-485, MODBUS, GPS, GPRS, HTTPS, JSON, LoRa, MQTT

Sedikit jenuh dengan RF, beralih sejenak ke dunia automation dan IoT. Sesuai dengan judul diatas semoga menggambarkan apa yang sedang dikerjakan. Teman-teman lama, berupa protocol komunikasi , standard koneksi, sensor-sensor, plus ilmu pabrikasi yang sebagian besar sudah dikenal baik sejak di bangku kuliah mengajak untuk di integrasikan kedalam oskestra “Industry 4.0”.

Sebuah kepercayaan untuk memberikan solusi upgrade atau digitalisasi dari perangkat transportasi yang berusia diatas 34 tahun agar bisa comply dengan standard-standard industri kekinian. Sebuah pilihan untuk melakukan lompatan teknologi memang harus diambil untuk terus berkompetisi. Adaptasi sebetulnya bukan lagi sebuah pilihan tapi sudah keharusan. Digitalisasi memang sudah seharusnya menjadi strategi pemenangan.

System monitoring dan tracking yang online dan realtime dibangun dengan tujuan memberikan EWS (Early Warning Eystem) bagi keselamatan, perawatan mesin serta integrasi dengan system pendukung dan system ERP back-end. Konstruksi panel, interface, serta adaptasi pada part yang oleh pabrikannya sudah dilupakan, alias “obsolete” menjadi tangangan tambahan. Belum lagi mechanical adapter yang mesti di bangun dengan mendesain part untuk di kerjakan di mesin frais, cnc, lathe lengkap sudah tantangan kali ini.

Konsepnya pada perangkat transportasi yang sudah tidak muda lagi, akan di pasang system monitoring pada titik-titik krusial sebagai tolak ukur kinerja. Beruntung ada beberapa bagian yang sudah digital dan memiliki PLC seperti pada inverter, sehingga bagian tersebut lebih mudah diajak berkomunikasi. Tapi ada beberapa perangkat yang harus didesain ulang agar bisa di tap oleh sensor-sensor seperti putaran (hall effect), pressure pada system pneumatic, posisi pintu, suplay tegangan dan lainnya. Selanjutnya dengan data-data yang diperoleh dari lebih 40 titik, diharapkan akan bisa diproses oleh AI dan dashboard system sebagai pengolah dan pemberi rekomendasi yang kemudian akan dieksekusi oleh ERP (SAP) untuk manajemen resources nya. Harapannya perangkat tetap save dan dapat digunakan selama, seaman dan seefisien mungkin.

perangakat modular
salah satu panel concentrator
adaptasi perangkat mekatronik
tampilan panel
salah satu data yang diolah dan dianalisa dalam 1 hari operasi

private “war room” selamat bertempur

Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Jayalah Indonesia.
Dian Kurniawan

HBRM8 HAMBUILDER IAMBIC PADDLE

Gambar berikut adalah penampakan prototype iambic paddle terbaru dari hambuilder. Iambic ini lebih terkesan industrialis style. Microswitch tidak lagi digunakan melainkan titik kontak berupa pertemuan dua baut/logam. Bobot secara total juga bertambah dengan harapan lebih kokoh saat di ketuk kekiri dan kanan. Bahan dibuat dari flexyglass yang di cnc dan dibor sedemikian rupa untuk membangun konstruksi seperti dibawah. Tiga buah spacer kuningan digunakan sebagai terminal bagi kabel kabel dit, ground dan dah.


semoga bisa segera diproduksi
Hambuilder Team

73

HBRM7 Hambuilder straight key prototype

Ide-ide lama masih banyak yang belum berhasil di wujudkan bahkan hingga di penghujung tahun 2021. Akhirnya di coba membuat sesuatu yang kebetulan belum dimiliki oleh hambuilder yaitu morse straight keyer. Berbeda dengan iambic keyer/paddle yang telah di release beberapa versi. Menggunakan bahan akrilik, berikut adalah penampakan HBRM7 straight key tersebut.

Beberapa bagian memang masih perlu perbaikan tapi overall kami sangat senang karena bisa dilanjutkan ketahap berikutnya.

Hambuilder_Team