Hambuilder SSDR100 prototype

This is the next Hambuilder transceiver (SSDR-100)
*. 3.2 inch TFT display
*. STM32F407 as display control and waterfall processing
*. ATMega8 (21st order FIR LPF processing)
*. Weaver SSB modulation and demodulation method using 2 x ADC MCP8201 and 2x DAC TDA1543
*. Embed CW decoder/Encoder using ATMega8
*. Bluetooth Access for setting, remote access and firmware upgrading
*. Android remote access Apps
*. 18 button access for band and control
*. 1 rotary main dial
*. 3 rotary for RIT/XIT, Bandwith Control and WPM
*. PC audio interface for digital mode
*. 80-100 Watt power out

Hambuilder Team

 

Advertisements

CW adapter for HBR4HF and BritX

This design using Atmel ATTiny13 microcontroller with 1KB flash, this flash is more than enough to handle the duty to generate 700Hz tone and handle PTT delay. ¬†Actually using 555 is also possible to build the interface but using microcontroller give alot of option and possible “future feature”

*. ATTiny13
*. Digitally 700Hz tone generator
*. adjustable PTT off delay time

*update 03.09.2017 (prototype image)

IMG_20170822_200538IMG_20170822_200724
Hambuilder Team

HBRADD1 for HBR4HF, CW Encoder-Decoder and Digital Mode set-line

HBR4HF memang menggunakan desain klasik dengan fitur yang umum saja. Beberapa rekan mempertanyakan mengenai absen nya mode CW dalam desain HBR4HF. Hal tersebut sebetulnya sudah masuk kedalam road map pengembangan yang sebetulnya sudah sangat lama di desain. HBR4HF memang dibuat sederhana sebagai pintu masuk kedunia HF dengan pertimbangan harga dan memang faktanya untuk amatir lokal rasanya masih sangat terbatas penggunaan mode selain SSB.

HBRADD1 adalah road map setline dari HBR4HF, mengapa dibuat terpisah, kembali ke alasan harga serta tidak semua amatir menggunakan CW, HBRADD1 juga memungkinkan di kembangkan dengan fitur GPS (APRS) bila nantinya mau dikembangkan untuk radio matirim yang murah. Pada BRHADD1 ini juga telah dilengkapi interface ke sound card PC bila rekan-rekan ingin bereksperimen menggunakan digital mode via PC sound card. Pada HBRADD1 ini juga di tambahkan 5 watt audio amplifer dengan loudspeaker yang besar melengkapi loudspeaker yang ada pada HBR4HF.

Spesifikasi :
*. ATMega8 as main controller for CW decoder and display
*. NE567 as tone decoder
*. ATTiny13 Iambic keyer and PTT control with buzzer tone
*. 16×2 character LCD for TX and RX CW encoder/decoder
*. 3-5 watt audio amplifer
*. 1 x 3.5 mm audio jack for Iambic keying input
*. 1 x 3.5 mm audio jack for sound card interface input
*. 1 x 3.5 mm audio jack for sound card interface output
*. 2 x 600 ohm audio transformer sound card in and out audio
*. 5 watt speaker
*. Dimension 200(w) x 60 (h) x 100 (deep) mm

 

 

Hambuilder Team

Lebih jauh tentang HBR4HF

HBR4HF didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan rekan-rekan di Indonesia yang lebih dominan beroperasi di low band HF (80-40m). Mungkin perlu juga dipertimbangkan regulasi yang membatasi rekan-rekan amatir dengan tingkat siaga bisa ikut mencicipi band-band lain di spektrum HF.

 

 

Berkebalikan dengan desain-desain sebelumnya dimana blok demi blok didesain pada PCB terpisah, HBR4HF menggunakan 1 keping PCB untuk fungsi-fungsi exciter, band pass filter, low pass filter serta RF power amplifier. Hanya controller yang terpisah mengingat PCB controller akan di pasang pada panel depan. Desain pada satu papan PCB menyebabkan tidak di perlukannya interkoneksi antar board. Pada gambar berikut terlihat item-item apa saja yang masih perlu disambungkan agar dapat berfungsi penuh sebagai satu transceiver.

 

Penampilan PCB HBR4HF setelah proses perakitan.

Terlihat ada 2 buah transistor IRF530 pada sisi PCB yang akan ditempelkan pada heatsink di belakang box. Bila diinginkan power out yang lebih besar, silahkan bereksperiment dengang mengganti MOSFET IRF530 dengan jenis yang lebih besar atau menaikkan tegangan kerja MOSFET final ke 24V, dengan catatan kerja MOSFET ini di pisahkan dengan tegangan kerja komponen lain pada PCB (pernah di coba dengan menggunakan 24V akan diperoleh power output 45Watt)

 

 

Salam

Hambuilder Team

HBR4HF – Hambuilder 4 Band HF Transceiver

HBR4HF specification

  • Heterodyne 10MHz Xtal filter exciter based on Hambuilder BritX exciter
  • 300-25000Hz audio band pass active filter using NE5532
  • 4 Band coverage (80m, 40m, 30m, 20m) with 3 selector LPF BPF
  • 20-35 watt RF power output,
  • 2x IRF 530 Final RF amplifier
  • SSB modulation
  • 16×2 char LCD
  • Si5351 VFO and BFO synthezyzer based on RTC01C controller

 

 

 

Regards

 

RTC03 + BritX (All Band SSB) + Wide BPF/LPF + RF-PA20(4xIRF510), Its almost complete now

I got many request from friend to listed full set of transceiver module on ebay. Its already pushing me hard to realize it as soon as possible. Really hard to worked with my “pneumonia” problem since last year, I didn’t smoke but its happen to me because the air conditioner bacteria. I have a full day jobs as a SAP consultant. Yes, It mean lot to do but I tried to build it as soon as possible, and this post is the progress.

Nothing new design of this BritX, its just some variance of famous BITX, I just added and replace some component exist on local, plus an audio band pass filter to make better audio in receiving. Everything is generic design but, my big job is to make all module work together in all band, its not easy, at least for me. After some PCB design, prototype testing, testing and again testing. Its worked now.

The transmit test result with 13.8v supply with dummy load after lowpass filter:
1. 160m 16.3Watt
2. 80m  17.7Watt
3. 40m  25Watt
4. 30m  20Watt
5. 20m 24Watt
6. 17m  22Watt
7. 15m 19.3Watt
8 10m 8.3Watt

Yes power out is getting low on the 10m band but its common for IRF510 mosfet. Using RD16HHF or RD70HHF will be a better with flat RF output on all band. For my friend thats already bought my RTC03 on eBay, please be patient this complete set will be list there soon.

RTC03 + BRITX + BPF/LPF + PA20

All Band BPF/LPF

All Band BPF/LPF

Regards
Dian Kurniawan

Sejarah hobi saya

Istirahat sejenak untuk hal-hal teknis

Saya mulai nyolder sedikit lebih awal (SD), rakitan pertama adalah rangkaian suara burung, lalu mulai radio penerima MW/SW, wireless mic dst.. pada saat saya berusia 13 tahun, saya beruntung bisa lolos ujian kecakapan amatir radio, dan mulailah saya masuk lebih dalam ke dunia RF, 80m AM dan 27Mhz rakitan awal di dunia RF, SA671, SA699, pipa PVC untuk menggulung loading coil menjadi mainan tetap sehabis pulang sekolah.

Sama seperti kebanyakan rekan-rekan amatir cekak yang lain, zaman itu adalah zaman mahal menurut kantong untuk membeli komponen, akan tetapi saya siasati dengan rajin masuk dan berbelanja di pasar loak, untuk mencari komponen. Sebagai ilustrasi saya memulai hobbi ini di sebuah desa di salah satu kabupaten di propinsi Aceh (silahkan di bayangkan betapa sulitnya mencari komponen elektronika disana). Oleh karena tidak ada pilihan lain, pcb radio rusak yang di obral di pasar bekas menjadi sumber komponen (hunting weekend dengan naik sepeda sejauh 9km ke ibukota kecamatan). Dalam merakit apabila perlu sebuah komponen, misalnya 10K ohm, saya cari dulu di pcb-pcb bekas hasil hunting lalu di copot, bila ada cukup waktu terkadang saya bongkar dan kelompokkan. Tidak terasa pada saat saya mulai kuliah ke bandung sudah ada 4 buah dus besar berisi koleksi pcb bekas dari berbagai macam alat yang saya kumpulkan sejak SD.

Perkenalan dengan elektronika digital baru dimulai sejak saya kuliah di awal 90an.. dunia RF saya tinggal dulu, sehingga puncaknya saya berhasil membuat motherboard PCXT lengkap dengan ROM BIOSnya yang paling minimalis.. (gak jelas apa gunanya juga selain rasa ingin untuk membuat motherboard komputer from scratch)

Teringat pertama kali beli buku “Vademekum Elektronika” (karya Wasito) di tahun 1986 seharga Rp. 6.000,- (covernya masih tebal berwarna hitam) menjadi guru satu-satunya buat saya karena memang saya tidak menemukan tempat bertanya pada masa itu selain membaca dari buku, beberapa buku jadul karangan francis de yuri (walky talky) masih ada di rak buku saya.

Catatan menarik buat saya semua dilakukan dengan menghemat uang jajan…. tidak ada subsidi, dan entah seberapa kupernya saya waktu itu.. sehingga di sindir oleh teman-teman setiap hari ngeramin telur ayam di rumah. Padahal seandainya mereka tau saya telah ber QSO hampir dengan semua region di Indonesia plus Australia, Malaysia, beberapa negara lain dengan lebih dari 200 buah QSL Card.