Homebrewpartner RTC02 v1.0

Setelah sekian lama dibangun akhirnya RTC02 v1.0 siap release.
Buat rekan-rekan yang ingin membangun radio transceivernya sendiri dengan rasa pabrikan.
RTC02 cocok untuk digunakan pada modifikasi FT180A, BITX, BIXEN, BLEKOQ QRP dan lainnya

RTC02 v1.1

RTC02 v1.1

Spesifikasi:
*. ATMega128 128Kb Flash
*. 7 Band + 1 direct control total 8 bit I/O
*. 4 channel digital I/O USB-LSB-CW-AM pin control
*. 1 channel analog I/O S-meter read out
*. 2 channel analog I/O FWD-REF read out, with SWR display
*. 1 channel analog I/O Voltage read out
*. 1 channel analog I/O Temperature read out (LM35)
*. 1 channel digital I/O IF bandwith control (wide/narrow)
*. 1 channel digital I/O Noise Blanker control (on/off)
*. 1 channel digital I/O AGC control (slow/fast)

*. HAM mode with 7 band (160m,80m,40m, 30m, 20m, 15m, 10m)
*. Emergency band 26m
*. CB mode with 200 channel (40×5 channel)

RTC02 with panel

RTC02 with panel

RTC02 display

RTC02 display

RTC02 test running

RTC02 test running

RTC02 inter koneksi dengan Transceiver

RTC02 inter koneksi dengan Transceiver

bersambung

Advertisements

Homebrewpartner Digital SWR meter

Untuk melengkapi perangkat pemancar bagi rekan-rekan hobbyist amatir, ada satu instrument yang bisa dibilang mutlak untuk dimiliki yaitu SWR (standing wave ration) meter. SWR meter ini memastikan bahwa daya pancar perangkat amatir kita tersalurkan dengan baik ke antenna. Kondisi rasio daya tersalurkan berbanding daya terpantul ini yang disebut nilai swr. Apabila semua dalam kondisi ideal atau daya yang terpantul minimum maka disebut radio pemancar dalam kondisi match/matching dengan saluran pancar dan antenna. Pembahasan detail mengenai swr tentu lebih luas dan dalam lagi yang tidak akan kita bahas di posting ini. Kita akan lebih fokus untuk membahas perangkat swr nya.

Spesifikasi:
*. Microcontroller ATMega8
*. 16×2 Character LCD
*. 3 display mode

block diagram

block diagram

Inti dari sebuah swr meter adalah kemampuan untuk “menangkap” daya tersalurkan dan daya terpantulkan dari perangkat pancar ke saluran dan antenna. Istilah ini menangkap saya artikan bebas dari “pickup” atau “detector”. Berikut sedikit theori untuk SWR. Penyebab adanya daya terpantul adalah impedansi load/beban dalam hal ini adalah antenna yang berbeda dengan impedansi output dari perangkat pemancar.

SWR concept

SWR concept

berikut adalah beberapa rangkaian pickup/detector yang di kumpulkan dari internet.

SWR bridge dengan menggunakan toroid transformer

SWR bridge dengan menggunakan toroid transformer

SWR pickup dengan microstrip/directional coupler

SWR pickup dengan microstrip

Kedua rangkaian diatas menggunakan prinsip yang sama, daya pancar di baca dengan cara induktif pada suatu beban ideal, dalam hal ini resistor 50ohm pada posisi fordward dan reflected. Pada skema dengan mirostrip lebih mudah difahami. Nilai induktif dari jalur utama power lalu di ratakan dengan sebuah dioda (scothky/germanium) dengan karakteristik yang sesuai dengan frekwensi kerja swr capacitor, lalu resistor pengatur dan meter analog. Pada bagian meter analog ini yang kemudian kita digitalkan dengan mengubah nilai arus yang masuk kemeter menjadi besaran tegangan yang akan dibaca ADC microcontroller.

Microconroller ATMega8 memiliki ADC yang memiliki 10bit bacaan dengan vref max pada 5V atau internal reference 2.56V. Hasil pickup pada rangkaian mikrostrip diatas sesuai skema adalah 0-30uA. dengan mengganti meter dengan resitor 100Kohm kita dapatkan nilai tegangan 0-3V pada skala maksimum, selanjutnya tinggal kita kalibrasi berapa tegangan yg kita baca cari pickup untuk bisa masuk ke microcontroller.

mounting PCB microcontroller

mounting PCB microcontroller

microstrip

microstrip

tampilan akhir

tampilan akhir

Terakhir dengan menggunakan dummy load 50 ohm dan 75 ohm SWR bisa kita kalibrasi, bagi yang tidak memiliki dummy load bisa membuat sendiri dengan memparallel resistor carbon 2watt 470 ohm sebanyak 9 buah (52 ohm) dan 470 ohm sebanyak 7 buah (67 Ohm) sehingga terbaca SWR yang sesuai.

modul SWR ini dapat di peroleh di jalapindai.com atau bergabung dengan group homebrewpartner.com di FB

semoga bermanfaat