HBRADD1 for HBR4HF, CW Encoder-Decoder and Digital Mode set-line

HBR4HF memang menggunakan desain klasik dengan fitur yang umum saja. Beberapa rekan mempertanyakan mengenai absen nya mode CW dalam desain HBR4HF. Hal tersebut sebetulnya sudah masuk kedalam road map pengembangan yang sebetulnya sudah sangat lama di desain. HBR4HF memang dibuat sederhana sebagai pintu masuk kedunia HF dengan pertimbangan harga dan memang faktanya untuk amatir lokal rasanya masih sangat terbatas penggunaan mode selain SSB.

HBRADD1 adalah road map setline dari HBR4HF, mengapa dibuat terpisah, kembali ke alasan harga serta tidak semua amatir menggunakan CW, HBRADD1 juga memungkinkan di kembangkan dengan fitur GPS (APRS) bila nantinya mau dikembangkan untuk radio matirim yang murah. Pada BRHADD1 ini juga telah dilengkapi interface ke sound card PC bila rekan-rekan ingin bereksperimen menggunakan digital mode via PC sound card. Pada HBRADD1 ini juga di tambahkan 5 watt audio amplifer dengan loudspeaker yang besar melengkapi loudspeaker yang ada pada HBR4HF.

Spesifikasi :
*. ATMega8 as main controller for CW decoder and display
*. NE567 as tone decoder
*. ATTiny13 Iambic keyer and PTT control with buzzer tone
*. 16×2 character LCD for TX and RX CW encoder/decoder
*. 3-5 watt audio amplifer
*. 1 x 3.5 mm audio jack for Iambic keying input
*. 1 x 3.5 mm audio jack for sound card interface input
*. 1 x 3.5 mm audio jack for sound card interface output
*. 2 x 600 ohm audio transformer sound card in and out audio
*. 5 watt speaker
*. Dimension 200(w) x 60 (h) x 100 (deep) mm

 

 

Hambuilder Team

Advertisements

Iambic Keyer

Ingin membuat sesuatu yang simple minimalis dan menarik untuk project kali ini. Alat ketuk morse (CW operation) menjadi pilihan kali ini. Alat ketuk morse saat ini menjadi collector item untuk yang fanatik dengan harga yang cukup mahal untuk kantung orang Indonesia. Idenya bagaimana dengan bahan PCB bisa dibuat alat ketuk yang murmer tapi sudah support Iambic B mode dimana user hanya perlu menentukan dit atau dah lalu microcontroller akan membantu menentukan durasinya.

Spesifikasi
*. microcontroller ATTINY13 (1KB flash), 10bit ADC
*. Potensiometer untuk delay adjustment
*. LED indicator
*. open collector output to TRX
*. akrilik sebagai pelindung paddle yang terbuat dari PCB pertinax karena dianggap lebih lentur

note dari saya ATTINY13 adalah salah satu microcontroller favorit saya dengan 8 kaki (1KB flash, 64bytes RAM ya betul 64 bytes), hanya 6 buah I/O yang bisa digunakan bisa banyak hal dilakukan. Satu keasyikan tersendiri bekerja dengan minimalis.

Cara kerja
*. microcontroller membaca nilai potensio sebagai pembagi tegangan 0-5V untuk bacaaan delay Dit, 5ms – 150ms melalui ADC (Analog to Digital Converter)
*. dari bacaan ADC diperoleh setting delay yang diinginkan user
*. microcontroller menghitung bahwa Dah = 3 * Dit
*. microcontroller membaca penekanan paddle dit atau dah
*. bila dit maka out di aktifkan selama durasi dit dari hasil bacaan tadi, lalu off selama durasi jeda dit
*. bila dah maka out diaktifkan selama 3x durasi dit dari hasil bacaan potensiometer tadi, lalu of selama durasi jeda dit
*. looping tersebut dilakukan berulang-ulang

Iambic board PCB

Iambic board PCB

Iambic Paddle

Iambic Paddle

acrylic protector

acrylic protector

DIP soldered as SMD

DIP soldered as SMD

Over All

Over All

bila ingin membeli bisa kunjungi http://jalapindai.com