BITX80/40+DDS9850+6P3S #1


Mohon maaf sudah begitu lama tidak menuliskan sesuatu karena kesibukan di project, mulai dari Univ Maranatha di awal tahun, PT Djarum Kudus, hingga BPMIGAS dan terakhir menjadi SKMIGAS. Total tahun 2012 dilewati tanpa satu tulisanpun di blog ini. Mudah-mudahan 2013 diberi banyak waktu untuk share lebih banyak.

Project ini bisa dikatakan seperti kabur dari project-project sebelumnya yang memang saya pending karena satu dan lain hal. Project ini saya bangun dengan ide untuk menggabungkan berbagai generasi teknologi transceiver, dimulai penguat RF tabung 6L6 yang sudah legendaris (sejak 1930 an), BitX yang menerapkan komponen diskrit, bidirectional konsep, lalu DDS9850 sebagai pembangkit frekwensi terkendali microcontroller, serta display VFD yang juga sudah lawas dalam teknologi display (didalamanya menggunakan tabung juga)..

Deskripsi:

  • SSB TRX dibangun dengan basis BITX 80/40, dapat dilihat lebih detil pada link berikut http://www.phonestack.com/farhan/bitx.html. Komponen saya sesuaikan dengan ketersediaan di Kota Bandung. Secara umum saya hanya memodifikasi transistor yang digunakan menjadi MPSH10, khusus transistor akhir menjelang PA saya ganti dengan 2N2219, dan melakukan penyesuaian jumlah lilitan pada trifilar mixer sesuai saran dari OM Indra Eko Putro. Trifilar diubah menjadi bifilar 3 lilitan, lalu disisipkan 6 lilitan ke VFO dan 8 lilitan ke RF in. Dari perubahan tersebut saya mendapatkan keluaran hingg 0.32watt (4vpp/50 Ohm) dan sensitifitas yang meningkat drastis.
  • DDS menggunakan AD9850 sama dengan project-project sebelumnya, hanya saja kali ini saya menggunakan module DDS yang sudah jadi lengkap dengan LPF 70Mhz nya. DDS ini dikendalikan oleh mikrokontroller ATMega8 dengan serial mode. Keluaran DDS saya perkuat dengan mengunakan satu tingkat penguat kelasA dengan satu transistor MPSH10 masih bisa stabil hingga 27 Mhz 1vpp mendrive DBM BITX jadi sudah cukup aman kalau hanya ingin kejar dual band 80/40m.
  • Display menggunakan VFD M202MD08, saya sengaja memilih jenis display ini agar lebih eksotis (imho), agar terasa klasik dengan vacum display, tadinya ingin menggunakan nixie tube tapi khawatir malah jadi terlalu rumit. VFD ini dikendalikan melalui serial port mikrokontroller ATMega8 dengan baudrate 9600 bps, 8,n,1. Perintah kendali VFD ini yang agak rumit dan respon nya sedikit lambat (jauh lebih responsif LCD) walaupun character generator yang dimiliki sama dengan LCD. (7×5 dot). Pada display ini saya tampilkan frekwensi, DDS step, dan RSSI atau paling tidak besaran dari nilai AGC sebagai indikator kuat sinyal.
  • Frekwensi dial saya gunakan rotary encoder, selain simple secara pengkabelan juga lebih terlihat minimalis di tampak muka.
  • Besaran nilai AGC atau kuat sinyal akan saya umpankan ke salah satu ADC port dari mikrokontroller sehingga bisa di tampilkan di layar VFD.
  • Penguat akhir saya gunakan valve keluarga 6L6 buatan rusia yaitu 2x 6P3S, ya selain mengingat kelegendarisannya secara umum 6L6 adalah entry level pemancar era awal-awal amatir radio. Sebagian besar senior-senior amatir radio mulai dengan menggunakan tabung ini sebagai oscillator dan pemancar mode CW satu tabung nya yang pertama. Saya pribadi menikmati menggunakan 6L6 pada masa-masa awal di 100m AM. Saya berusaha untuk tidak melenceng dari tujuan Bitx “QRP” maka saya akan mengoperasikan plate tabung ini pada tegangan dibawah medium antara 250-300V dengan harapan akan diperoleh 5watt output pada masing-masing tabung. Apakah 10 watt masih QRP ? Mengingat bahwa perangkat ini akan beroperasi di band-band bawah HF yang sudah penuh QRM rasanya 10 watt mungkin masih bisa di sebut QRP :). Saya membangun 2 transformator khusus untuk suplai PA ini, masing-masing untuk filament/heater 220v->6.3 volt 3A, dan 220V->300V  1A,dengan dioda serta 2x100uF 400V sebagai perata tegangan.
  • Pi/L tank saya bangun dengan 2 varco aluminium dan lilitan pada pipa paralon 1 inch 30-40 lilitan dengan beberapa tap.

02

03

04

DDS9850+ATMega8+Rotary-Enco

External-Mic-ICOM

Advertisements

22 thoughts on “BITX80/40+DDS9850+6P3S #1

  1. tanya pak dian…bikin bifilar mixernya gmana ?…apakah 3 kawat dililit dulu sebanyak 3 lilit, yg 2 buah sampe 3 lilit sebagai biliar, 1 kawat yg laen dilanjutkan sebanyak 6 atau 8 lilit untuk VFO/IF…atau bifilar dulu dibuat sbyk 3 lilit ,lalu lilit kawat terpisah untuk VFO/IF ( 6/8 lilit )? atau gmana pak ?….thks pak dian -legowo-

  2. sori pak dian lom mudeng neh…kalo pake toroid…lilit rapat bifilar 3 lilit dulu, lalu lilit rapat 6 / 8 lilit untuk VFO / IF disebelahnya atau lilit jarang2 bifilarnya sebanyak 3 lilit dulu sehingga bisa mengelilingi toroidnya, kemudian ditiban 6 / 8 lilit jarang2 hingga juga agar dapat mengelilingi toroidnya untuk VFO/IF…yang bener yg mana pak dian ? thks…

    • mixer asli ada 2 trafo toroid masing2 terdiri dari 8 lilitan trifilar, nah lilitan mixer ini saya ubah menjadi 3 lilitan bifilar (untuk bubungan ke dioda ring) lalu di trafo pertama (hubungan ke lokal osilator) saya lilitkan 6 lilitan diatas lilitan bifilar lalu dihubungkan ke ground dan Lokal osilator. pada trafo kedua saya lilitkan 8 lilitan diatas lilitan bifilar lalu di hubungkan ke ground dan RF

  3. pak dian saya m.firdaus dari bandung. kebetulan sekarang mau ngambil topik bitx untuk proyek akhir. tetapi masih bingung judul apa yang harus diambil dan kefahaman saya akan bitx pun masih sangat kurang. nah kira-kira bapak ada referensi atau pencerahan buat saya pak????

  4. Pak Dian, Minta skema buffer DDS dong. Trus dapetin tabungnya dimana? saya pengin mainan tabung lagi, mengingatkan masa smp dulu… Thanks.

    • buffer DDS hanya saya pakai satu tingkat saja penguat kelas A (sama dengan rangkaian penguat lain yg ada di bitx saya buat broadband), menggunakan transistor MPSH10, lalu transistor di bitx untuk drive dioda mixer saya gunakan transistor 2N2219..

  5. maaf om dian soal lilitan mixer pertama yg dapet vfo bukannya klo di skema dapet collector Q7 sama +12v lewt r100ohm?atau memang dirubah seperti itu langsung menggunakan output vfo ?

    • waduh maaaf terlewat membaca koment nya, sebenarnya masih kurang lebih sama, akan tetapi saya perbesar arusnya, bisa saya tetap menggunakan resistor di kolektor dan emitornya tapi dengan nilai yang lebih kecil, mudah2an saya tidak salah menjawab pertanyaa yang dimaksud

  6. Om Dian ….untuk bag Band Pass Filter boleh tau ukuran lilitanya gak?maksud saya untuk bekerja di 40m band,ukuran primer berapa microhendri?dan sekundernya berapa micro hendry?….terima kasih sebelumnya

    • lilitan untuk BPF 40m dengan fixed inductor bisa dilihat pada postingan sebelumnya (BPF dengan fixed inductor) kalau dengan 3 buah koker 8mm sbb, koker 1&2 P = 18 lilitan dan S = 4 lilitan, untuk koker yg ditengah tanpa sekunder 18 lilitan.

      • Hi, Sorry for late answer,
        its use normal serial (RS232) with 9600,N,8,1 , please find out below code, I used only 3 function to control the VFD

        ‘*******************************************************************************
        ‘ Clear VFD
        ‘*******************************************************************************
        Sub Clrscr
        Local Smess As String * 20
        Smess = Chr(&H1b) + “[2J”
        Call Writeln(smess)
        End Sub

        ‘*******************************************************************************
        ‘ Goto Cursor Position
        ‘*******************************************************************************
        Sub Gotoxy(byval X As Byte , Byval Y As Byte)
        Local Sx As String * 2
        Local Sy As String * 1
        Local Smess As String * 20

        Sx = Str(x)
        Sy = Str(y)
        Smess = Chr(&H1b) + “[” + Sy + “;” + Sx + “H”
        Call Writeln(smess)
        End Sub

        ‘*******************************************************************************
        ‘ Write VFD
        ‘*******************************************************************************
        Sub Writeln(byval Vmess As String)
        Local Mlen As Byte
        Local Mloop As Byte
        Local Cmess As String * 1

        Mlen = Len(vmess)
        For Mloop = 1 To Mlen
        Cmess = Mid(vmess , Mloop , 1)
        Print Cmess;
        Next Mloop
        End Sub

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s