RF Amplifier dengan Op-Amp


Ya benar Op-Amp, tidak salah judul. Saya mengenal op amp kira-kira sejak 20 tahun lalu, di era 741/301 series, perhitungan yang mudah (gain calculation), harga yang terjangkau, serta  kesederhanaan konstruksi membuat op-amp sangat menarik. Begitu banyak penerapan dari op-amp, bahkan dulu sempat mencoba membangun “op-amp based computer”. Hampir semua bisa dibangun dengan op-amp, kecuali RF.

Akan tetapi itu dulu, kemajuan teknologi semikonduktor membalikan kondisi ini, beberapa tahun kebelakang produsen telah berhasil membangun op-amp dengan frekwensi kerja hingga GHz. Sebuah artikel dari Texas Instrument oleh Bruce Carter menjelaskan aplikasi op-amp (THS3202) pada rangkaian rf.

 

20dB RF gain op-amp

 

Rangkaian di atas memberikan penguatan flat sebesar 20dB dalam range hingga 200MHz.Terminasi impedansi masukan dan keluaran di tentukan oleh resistor 49.9Ohm. Penguatan tegangan di tentukan oleh resistor 301 Ohm / 16.5 Ohm. Pilihan besar penguatan bisa dilakukan layaknya menentukan penguatan op-amp biasa.

 

40dB gain IF amp using op-amp

 

Rangkaian diatas memberikan penguatan 40dB (2 x 20dB). Perhatikan pemberian nilai resistor sebagai penentu gain (feedback). Perhatikan juga terminasi impedansi pada pada titik keramik filter SFELA10M7GA00-B0 sebuah resistor 332 Ohm diaplikasikan di sana.

Sebuah 20dB front-amplifer THS3202, mixer SA602/TA7358, 40dB IF amplifier THS3202, 8MHz crystal ladder filter.. sepertinya bisa menjadi sebuah kombinasi yang menarik…

semoga bermanfaat
Dian Kurniawan

Advertisements

3 thoughts on “RF Amplifier dengan Op-Amp

  1. pak…
    sy mau tanya…
    klo saya membuat pemancar am dengan frekuensi 75 mhz
    untuk rancangan RFpower amplifiernya enaknya gimana….?????
    mungkin klo bpak pinya rangkaian power amplifier 75 mhz..
    bleh minta tlong pak bisa sya dikirimi di email saya= wantokarim@yahoo.com
    trima ksih sbumnya pak……

    • umumnya ikuti langkah berikut:
      1. tentukan penguatan akhir (daya) yang diinginkan (daya masukan/daya keluaran)
      2. bila ternyata penguatannya banyak dan diperlukan penguatan bertahap tentukan tingkat penguatan pada masing-masing tahap.
      3. tentukan jenis/kelas penguat pada masing-masing tahap yang sesuai dengan kemampuan penguatan
      4. pilih semicondutor (transistor/mosfet) yang sesuai dengan frekwensi kerja serta penguatan yang diinginkan
      5. jaga impedansi pada semua titik input-output (perhatikan impedansi dari semiconductor), bila diperlukan gunakan penyesuai impedansi
      6. desain/gunakan filter untuk memperbaiki bentuk gelombang dan menekan frekwensi anak.

      untuk 75Mhz silahkan gunakan semiconductor yang didesain untuk VHF, bisa gunakan rangkaian rangkaian RF amplifier FM dengan penyesuaian impedansi. karena modulasi yang digunakan adalah AM bisa gunakan trafor modulasi pada final atau dengan menggunakan series modulator tanpa trafo modulasi.

      salam
      Dian Kurniawan

  2. trimaksih pak atas balasannya……….
    sya mau tanya untuk membeli ic THS3202 kira2 dimana ya pak………
    klo bsa di daerah surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s