Sejarah hobi saya


Istirahat sejenak untuk hal-hal teknis

Saya mulai nyolder sedikit lebih awal (SD), rakitan pertama adalah rangkaian suara burung, lalu mulai radio penerima MW/SW, wireless mic dst.. pada saat saya berusia 13 tahun, saya beruntung bisa lolos ujian kecakapan amatir radio, dan mulailah saya masuk lebih dalam ke dunia RF, 80m AM dan 27Mhz rakitan awal di dunia RF, SA671, SA699, pipa PVC untuk menggulung loading coil menjadi mainan tetap sehabis pulang sekolah.

Sama seperti kebanyakan rekan-rekan amatir cekak yang lain, zaman itu adalah zaman mahal menurut kantong untuk membeli komponen, akan tetapi saya siasati dengan rajin masuk dan berbelanja di pasar loak, untuk mencari komponen. Sebagai ilustrasi saya memulai hobbi ini di sebuah desa di salah satu kabupaten di propinsi Aceh (silahkan di bayangkan betapa sulitnya mencari komponen elektronika disana). Oleh karena tidak ada pilihan lain, pcb radio rusak yang di obral di pasar bekas menjadi sumber komponen (hunting weekend dengan naik sepeda sejauh 9km ke ibukota kecamatan). Dalam merakit apabila perlu sebuah komponen, misalnya 10K ohm, saya cari dulu di pcb-pcb bekas hasil hunting lalu di copot, bila ada cukup waktu terkadang saya bongkar dan kelompokkan. Tidak terasa pada saat saya mulai kuliah ke bandung sudah ada 4 buah dus besar berisi koleksi pcb bekas dari berbagai macam alat yang saya kumpulkan sejak SD.

Perkenalan dengan elektronika digital baru dimulai sejak saya kuliah di awal 90an.. dunia RF saya tinggal dulu, sehingga puncaknya saya berhasil membuat motherboard PCXT lengkap dengan ROM BIOSnya yang paling minimalis.. (gak jelas apa gunanya juga selain rasa ingin untuk membuat motherboard komputer from scratch)

Teringat pertama kali beli buku “Vademekum Elektronika” (karya Wasito) di tahun 1986 seharga Rp. 6.000,- (covernya masih tebal berwarna hitam) menjadi guru satu-satunya buat saya karena memang saya tidak menemukan tempat bertanya pada masa itu selain membaca dari buku, beberapa buku jadul karangan francis de yuri (walky talky) masih ada di rak buku saya.

Catatan menarik buat saya semua dilakukan dengan menghemat uang jajan…. tidak ada subsidi, dan entah seberapa kupernya saya waktu itu.. sehingga di sindir oleh teman-teman setiap hari ngeramin telur ayam di rumah. Padahal seandainya mereka tau saya telah ber QSO hampir dengan semua region di Indonesia plus Australia, Malaysia, beberapa negara lain dengan lebih dari 200 buah QSL Card.

Advertisements

7 thoughts on “Sejarah hobi saya

  1. anda tinggal didaerah mana tuh uda Dian, saya di medan sekitar 1976 s/d 1986, dapat call sign di call area 6, waktu awal saya masuk orari masih mayoritas menggunakan am, masih belum ada yang ssb. sekitar 1980 baru baru mulai ada yang memiliki ssb, dan berkembangnya komunikasi dengan vhf 2m.
    terus komputernya sekarang bagaimana nasibnya,dan os nya pakai apa,apa DOS ver 3?

    senang baca tulisan anda, selamat berkarya terus uda dian.

    • dulu saya di Aceh Timur tepatnya di Rantau Kuala Simpang, dulu call sign saya YD6DEK, saya aktif di sekitar tahun 1984-1988, dulu di AM mungkin hanya lokal saya pakai transistor SA671 paling 10-20 Watt feeling saya, jadi mungkin tidak sampai ke medan.

      wah komputer saya set di minimum sistem, OS nya buat sendiri semua di dalam BIOS, hanya beberapa interupt vector yang di support

      terima kasih OM Adi Is

  2. wah langsung dijawab, terima kasih.
    selama ini internetnya saya gunakan first media, karena kenaikan tarif mulai bulan ini, yang punya kepentingan (anak saya yang pernah sekolah di kompi,sebagai programer)mencoba speedy, yang jauh lebh murah (kec 512), kemarin saya telah hubungi first media untuk diputus, ternyata saya diberi gratis dua bulan.
    jadi sekarang (sementara) dirumah saya terdapat dua jaringan .

    ah first media saya gertak minta diputus, eh sekarang dikasih gratis…. lumayan deh

    ok selamat malam, sampai jumpa lagi

    salam,

    Adi Is

  3. Cerita yang inspiratif Mas! Jadi ingat pengalaman saya waktu masih SD, gak punya uang tapi nekat ingin merakit sirine, gak mampu etching PCB, akhirnya nekat menggergaji papan triplek dari kandang ayam nenek, dilubangi pake paku dan jalurnya pake kabel. Sungguh anburadul tapi berfungsi, hahaha!
    Andai hitungan saya bagus dan kuliah elektro… *menerawang*

  4. luar biasa perjuangan hobby mas Dian ini…hobby saya sempat terhenti begitu saya bekerja….

  5. kisah yang hampir mirip dialami oleh penghoby elektro di seluruh negeri,.. kantong cekak minat tinggi kewajiban dlm keluarga yg tak bisa di tinggalkan sekaligus keterisoliran di dunia sosial.. heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s